“Mati yang Tidak Mematikan”
Tadi siang, alhamdulillah, dapet ilmu dan perspektif baru tentang “mati” pada saat tausiyah setelah sholat dzuhur di mesjid Al Azhar pusat.
Biasanya kalo mendengar kata “mati”, yang terbayang pasti yg serem2 dan menakutkan. Ternyata, gak juga. Dan ternyata selama ini kita “diajarkan” untuk takut kepada kematian, tapi tidak pernah tau dan mencoba memahami makna kematian itu sendiri. Maaf sebelumnya kalo tulisan ini akan lbh banyak melihat dari perspektif Islam :)
Menurut pak ustadz yang memberikan tausiyah, ada beberapa makna “mati”:
1. Mati = istirahat
Kita sering mendengar kalimat: “telah beristirahat dengan tenang” atau “rest in peace” ketika ada orang yg meninggal. Mati berarti istirahat. Sama seperti ketika kita tidur, itu lah mati sesaat. Makanya kita selalu dianjurkan untuk bersyukur setiap kali kita bangun tidur. Dan mati = istirahat itu diperlukan oleh manusia. 1 manusia harus istirahat setelah waktunya selesai. 1 manusia harus istirahat sebelum datangnya hari akhir. Dan selama “istirahat panjang” itu akan terjadi regenerasi yang memang dibutuhkan manusia untuk berkembang.
2. Mati = wafat
Tuhan mewafatkan manusia. Wafat berarti telah sempurna, kesempurnaan. Di sini maksudnya, mati berarti hidup kita sudah sempurna, tidak ada lagi yang harus ditunaikan, semua kewajiban di dunia sudah selesai. Dan hanya Tuhan yang tahu kapan hidup kita sudah sempurna. Jadi tanpa mati, hidup kita belum sempurna.
3. Mati = ajal
Ajal maksudnya adalah “detik atau waktu terakhir”. Sebenarnya kata “ajal” bisa digunakan untuk misalnya waktu ketika boarding time sebelum naik pesawat atau waktu sebelum menjelang suatu saat/momen. Jadi di sini mati = ajal berarti bahwa hidup kita ada masa/waktunya; ada waktu tertentu di mana hanya Tuhan yang tahu. Makanya kita selalu bilang: ajal itu hanya Tuhan yang tahu atau kalau sudah ajal tidak ada yang bisa menahan.
4. Mati = Pulang
Mati berarti pulang ke rumah asal kita. Dan rumah asal kita yang sebenarnya adalah surga. Seperti kita tahu, rumah adalah tempat yang kita selalu rindukan. Oleh karena itu seharusnya manusia yang mati akan senang/bahagia karena akan pulang ke rumahnya. Dan mudah2an rumah itu benar surga adanya. Aamiin… :)
Sebagai penutup, ada hal menarik lain yang disampaikan oleh pak ustad, dan ini adalah doa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT (mudah2an aku gak salah kutip): jadikanlah hidup kami menjadi tambahan waktu untuk kebaikan dan jadikanlah mati kami sebagai istirahat/berhentinya kami dari kejahatan”. Aamiin…
(09/06/2012)